Akibat agresi militer yang telah dilancarkan sejak 27 desember 2007 lalu, tak pelak Israel banyak menuai kecaman dari berbagai pihak, beberapa diantaranya bahkan mengatakan bahwa tentara Israel tidak berperikemanusiaan serta tidak memiliki rasa cinta kasih secuil pun di hati mereka.
Namun terlepas dari segala kecaman dan cercaan itu, ternyata militer dan tentara Israel masih memiliki rasa cinta dan kasih di hati mereka. Kisah tentang cinta kasih militer Israel ini bahkan dapat kita “nikmati” di sebuah harian lokal tanah air 15januari lalu, yang juga dimuat di situs resminya http://www.republika.co.id/koran/14/26154.html
Fakta bahwa banyak warga palestina yang telah dibantai oleh Israel, tidak serta merta berarti tentara Israel tidak memiliki rasa cinta dan kepedulian terhadap makhluk hidup. Setidaknya tentara Israel masih memiliki kepedulian dan rasa sayang yang amat besar terhadap makhluk hidup di sekitarnya. Hal ini tercermin dari betapa sayangnya mereka terhadap anjing-anjing pelacak mereka. Bahkan saking sayangnya, mereka rela bersusah payah mencarikan dan memburu makanan untuk anjing-anjing pelacak mereka. Demi mendapatkan makanan untuk anjing-anjing mereka. Tentara Israel rela menjelajah daerah yang sangat berbahaya, bahkan mereka rela dikecam dunia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anjing-anjing mereka. Ya, mereka rela membunuhi anak-anak palestina untuk kemudian dijadikan santapan bagi anjing-anjing pelacak mereka..
Tapi rasa cinta tentara Israel terhadap anjing-anjingnya tidak berhenti sampai disitu saja. Tentara Israel juga tidak membiarkan siapapun mengganggu waktu makan anjing-anjing mereka ataupun merebutnya. Terbukti dari tindakan tentara Israel yang menembaki dua saudara dari Shahd (nama anak yang menjadi hidangan anjing-anjing tentara Israel) sampai mati ketika mereka mencoba merebut dan menyelamatkan jenazah saudara mereka.
Sejatinya semua makhluk hidup dianugerahi rasa cinta kasih dan naluri saling memiliki terhadap sesama ras nya, yang kemudian dapat berkembang, dari sekedar perasaan atau naluri di dalam hati, menjadi suatu tindakan yang diaplikasikan pada kenyataan. Hal inilah yang telah terjadi pada tentara Israel di Jalur Gaza, kecintaan tentara Israel terhadap “sesamanya” membuat mereka rela melakukan apa saja, walaupun harus ditukar dengan nyawa anak-anak manusia yang lucu dan tak berdosa.
Bisa jadi memang tentara Israel tidak memiliki perikemanusiaan, seperti dituduhkan banyak orang, karena dengan sikap dan perbuatan mereka, jelas menunjukkan mereka bukanlah manusia. Namun setidaknya mereka masih memiliki perikebinatangan dan rasa cinta kasih terhadap “sesama” dihati mereka.
Lihat artikel republika,
http://www.republika.co.id/koran/14/26154.html

udah sih, don.. cerita seramnya gak usah dibahas lagi.. gw pertama baca berita itu di pagi hari yang dingin gara-gara semalaman hujan langsung merinding gila gitu.
By: achie on January 20, 2009
at 3:06 pm
Wah, ini bukan copas kan don ? pemilihan katanya oke abis !
By: gaiu on January 21, 2009
at 5:21 am
wah gaiu, terlalu memuji nih, biasa aj x, malah kata kk gw, agak gantung dan aneh..
By: iskandariyah on January 21, 2009
at 9:53 am
terkadang aku heran kenapa ada manusia yang kayak gitu,,emang yang namanya keegoisan manusia dan kesombongan akan dirinya itu ngebuat lupa akan adanya hari pembalasan ya…
By: aisha on January 22, 2009
at 2:31 pm
bang, mampir2 ya..
By: ArizQren on January 27, 2009
at 3:20 pm
Hmm..Oy”…..ngetes aj..hahaha…
Mampir Keblog gw yap..
By: Radit on January 29, 2009
at 1:21 am